BungaQQ KepoQQ KantinQQ helipoker BaikQQ
Berita Harian Terkini

Oposisi Beri Sinyal Duet Gatot Nurmantyo dan Anies Baswedan

Oposisi Beri Sinyal Duet Gatot Nurmantyo dan Anies Baswedan. Penggabungan pelawan Joko Widodo di Pemilihan presiden 2019 masihlah dinamis. Gerindra, Demokrat, PAN serta PKS senantiasa lakukan pendekatan untuk tentukan siapa pasangan Pemilihan presiden yg akan diusung. Gerindra terus jagokan ketum Prabowo Subianto. Dari Demokrat ada Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), PAN juga memajukan ketum Zulkifli Hasan untuk maju. Sesaat PKS terus menutup di sembilan nama. Nama yg sangat digadang adalah Ahmad Heryawan.

Oposisi Beri Sinyal Duet Gatot Nurmantyo dan Anies Baswedan

Oposisi Beri Sinyal Duet Gatot Nurmantyo dan Anies Baswedan

Berita Terbaru Sekarang, nama Anies Baswedan serta Gatot Nurmantyo juga ada disebut yaitu jalan tengah tim oposisi untuk melawan Jokowi. Anies serta Gatot bukan kader dari ke-4 partai politik itu.

“Nah ditambah lagi pengakuan SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) yg menyampaikan kita tidak memaksakan AHY, tidak harga mati, itu tanda yg ke dua. Jadi memang peta baru lagi bila semacam itu. Bila kita lihat peta lama memang tidak ada surprise kan, Prabowo-Aher, Prabowo-AHY, Prabowo-Zulhas. Tetapi bila peta baru dapat Gatot-Anies, demikian mengagetkan,” ujarnya waktu dihubungi Warungasik.

“Bila baca peta baru bermakna peluang Prabowo tidak maju, tetapi bila peta lama kita baca, Prabowo-AHY atau Prabowo-Ahmad Heryawan atau Prabowo Zulhas contohnya itu peta lama,” sambungnya.

Kecuali pengakuan SBY yg menyebutkan AHY bukan harga mati menjadi calon wakil presiden, PAN juga dinilai Pangi tidak memaksakan Zulkifli Hasan. Kader PAN juga kerap terdengar menyebutkan nama Gatot serta Anies menjadi calon presiden pilihan. Tinggal dari Gerindra serta PKS ingin kompromi mengalah atau mungkin tidak. Pangi juga menyebutkan kedatangan Demokrat sangat menguasai penggabungan pelawan Jokowi ini. Berarti jika Demokrat lebih menguasai, jadi mundurnya Prabowo menjadi calon presiden dapat berlangsung. Hingga penggabungan ini dapat mengakibatkan peta baru memasangkan sosok lainnya.

BACA JUGA : SBY Ungkap Demokrat Susah Bergabung Dengan Pemerintahan Jokowi

Berita Terkini “Tetapi masuknya Demokrat itu memperlemah urutan PKS. Serta kuatkan urutan Demokrat. Seakan olah berlangsung terakhir seakan olah Demokrat memimpin penggabungan ini kan, kesannya pak SBY terlampau menguasai serta menonjol di banding pak Prabowo, nah tanda (peta baru) itu sewaktu Prabowo lemah,” jelas Pangi.

Tetapi Pangi menilainya, Gerindra serta PKS sukar legowo jika mengakibatkan peta baru mengangkut pasangan lainnya. Karena kedua-duanya tidak memperoleh coat tail effect di Pemilu 2019 kelak. Meskipun demikian, ia menilainya perjanjian baru ini dapat terjadi.

Berita Terkini, Kumpulan Berita Terkini, Berita Terbaru, Berita Terheboh, Berita Terupdate

Shares 0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *