BungaQQ KepoQQ KantinQQ helipoker BaikQQ
Berita Harian Terkini

Jendral Mulyono Marah Melihat Pemecatan Sepihak Dokter Terawan

Jendral Mulyono Marah Melihat Pemecatan Sepihak Dokter Terawan. Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono menyesalkan ketentuan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) yang menjatuhkan sangsi pemecatan sesaat pada Kepala RSPAD Gatot Soebroto, dr Terawan Agus Putranto Sp, Rad dari anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Dalam keputusannya IDI menilainya Terawan sudah lakukan pelanggaran etik berat karna memakai cara ‘cuci otak’ untuk menyembuhkan pasien stroke.

Jendral Mulyono Marah Melihat Pemecatan Sepihak Dokter Terawan

Jendral Mulyono Marah Melihat Pemecatan Sepihak Dokter Terawan
Berita Terkini Mulyono menyebutkan, IDI memutuskan sepihak tanpa ada berkomunikasi dengannya. “Orang dia IDI tidak sempat komunikasi ke saya. Dia main tembak-tembak sendiri, memangnya siapa?” tuturnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

“Tahu-tahu menjatuhkan hukuman. Saya diundang kesana, menghadiri penjatuhan hukuman pada dokter Terawan. Loh, dokter Terawan kan institusi, dia enak sekali menjatuhkan hukuman. Selalu saya diminta ada, memangnya siapa?” sambungnya.

Mulyono menjelaskan, semestinya IDI mengemukakan kekeliruan Terawan dalam menggerakkan tugasnya sebelumnya menjatuhkan sangsi. Begitu, pihaknya dapat mengulas dengan intensif serta selekasnya mencari jalan keluar terbaik.

BACA JUGA : Presidium 212 Tuntut Puisi Sukmawati Yang dianggap Lecehkan Agama

Berita Terbaru “Mengapa tidak duduk dengan, yok komunikasi dari IDI. Terawan kok anda dapat gitu sich? ayok, malah duduk dengan, kerja dengan kan jadi bagus. Bukanlah jadi otot-ototan, itu salah, itu tidak mematuhi ketentuan,” tutur dia.

Bekas Pangkostrad ini mengakui heran mengapa IDI menilainya Terawan lakukan pelanggaran etik sesudah mengaplikasikan cara ‘cuci otak’. Walau sebenarnya sampai kini banyak pasien yang pulih dari penyakitnya sesudah dirawat Terawan. Hal ini yang sangat disayangkan oleh masyarakat. Bagaimana bisa seorang pahlawan tanpa tanda jasa yang menyelamatkan nyawa seseorang dianggap bersalah.

Jendral TNI Mulyono mengatakan bahwa nyawa seseorang itu sangat berharga dan tidak ternilai di dunia. Orang yang menyelamatkan nyawa seseorang adalah manusia yang sangat mulia. Apabila ada hal yang tidak sesuai itu dapat dibicarakan di kordinasikan kepada beberapa pihak sebelum keputusan diambil.

“Saat ini saya bertanya, dokter lakukan penyembuhan, yang salah dimana? terkecuali yang diobati mati kabeh. Bagaimana? yang diobati terasa nyaman, enak, pulih, dsb. Nah, itu bermakna kan ilmunya bener,” kata dia. Mulyono meyakinkan pihaknya juga akan memberi pembelaan serta support pada Terawan lewat Kepala Pusat Kesehatan TNI AD.

0 Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *